Arsaya.com — Service Excellence And Customer Experience: Menciptakan Layanan Unggul dan Pengalaman Pelanggan yang Tak Terlupakan
Di era digital saat ini, pelanggan memiliki pilihan yang hampir tak terbatas. Para pelanggan bisa berpindah merek hanya dengan beberapa sentuhan layar. Dalam kondisi seperti ini, perusahaan tidak lagi bersaing hanya pada produk atau harga, tetapi pada pengalaman pelanggan. Pelanggan mungkin lupa detail produk, tetapi pelanggan tidak akan lupa bagaimana perasaan mereka saat dilayani.
Kondisi ini menjadi titik temu antara Service Excellence dan Customer Experience (CX). Service excellence memastikan layanan dilakukan dengan standar terbaik, sementara customer experience memastikan setiap interaksi meninggalkan kesan positif secara emosional. Ketika keduanya terintegrasi, perusahaan tidak hanya mendapatkan pelanggan, tetapi juga membangun loyalitas jangka panjang.
Pelatihan Pelayanan Prima dan Pengalaman Pelanggan dirancang untuk menjawab tantangan tersebut—membantu organisasi menciptakan layanan yang konsisten, manusiawi, dan berorientasi pada pengalaman pelanggan secara menyeluruh.

Pengertian Service Excellence And Customer Experience
Service Excellence And Customer Experience adalah pendekatan terintegrasi dalam pelayanan yang berfokus pada kualitas interaksi, emosi pelanggan, dan konsistensi layanan di setiap touchpoint. Pelatihan ini membantu peserta memahami bahwa layanan unggul bukan hanya soal SOP, melainkan tentang bagaimana pelanggan merasa dihargai, dipahami, dan diperlakukan dengan tulus.
Seperti yang dikatakan Philip Kotler, pakar pemasaran dunia:
“Perusahaan yang ingin bertahan harus beralih dari sekadar menjual produk menjadi menciptakan pengalaman yang bermakna bagi pelanggan.”
Mengapa Service Excellence dan Customer Experience Tidak Bisa Dipisahkan?
Berbagai riset global menunjukkan pentingnya integrasi ini:
- 86% pelanggan bersedia membayar lebih untuk pengalaman yang lebih baik (PwC, 2023).
- Menurut Harvard Business Review, pengalaman emosional pelanggan memiliki pengaruh dua kali lipat dibanding kepuasan fungsional.
- Bain & Company mencatat bahwa peningkatan customer experience sebesar 10% dapat menaikkan pendapatan hingga 30%.
Namun, banyak organisasi masih terjebak pada layanan prosedural: cepat, rapi, tetapi kering secara emosional. Training ini membantu mengubah pendekatan tersebut menjadi layanan yang hangat, konsisten, dan berorientasi pengalaman.
Tujuan Training
Pelatihan ini bertujuan untuk:
- Memahami konsep pelayanan prima dan pengalaman pelanggan secara terpadu
- Membangun mindset pelayanan berbasis pelanggan
- Meningkatkan kualitas interaksi di setiap touchpoint
- Mengelola emosi pelanggan dan karyawan secara sehat
- Menciptakan pengalaman pelanggan yang konsisten dan berkesan
Metode Pelatihan
Training dirancang interaktif, aplikatif, dan kontekstual, menggunakan:
- Pemaparan konsep berbasis studi kasus
- Diskusi reflektif pengalaman peserta
- Simulasi layanan dan role play
- Latihan praktik langsung
- Penyusunan action plan layanan
Metode ini memastikan peserta mampu menerapkan langsung di tempat kerja, bukan hanya memahami teori.

Materi Training Service Excellence And Customer Experience
Sesi 1: Fondasi Service Excellence & Customer Experience
- Perbedaan service dan experience
- Ekspektasi pelanggan modern
- Peran karyawan dalam CX
Latihan: pemetaan pengalaman pelanggan sederhana
Sesi 2: Customer Journey & Touchpoint Awareness
- Konsep customer journey
- Momen kritis dalam layanan
- Mengelola first & last impression
Latihan: mapping customer journey aktual
Sesi 3: Komunikasi Empatik dalam Pengalaman Pelanggan
- Bahasa verbal dan nonverbal
- Mendengarkan kebutuhan pelanggan
- Membangun koneksi emosional
Latihan: role play komunikasi empatik
Sesi 4: Emotional Intelligence dalam Layanan
- Memahami emosi pelanggan
- Mengelola emosi diri saat melayani
- Respon profesional dalam tekanan
Latihan: simulasi pelanggan emosional
Sesi 5: Handling Complaint sebagai Momen Pengalaman
- Psikologi pelanggan yang komplain
- Teknik merespons tanpa defensif
- Mengubah keluhan menjadi loyalitas
Latihan: studi kasus komplain nyata
Sesi 6: Konsistensi Layanan dan Standar CX
- Standar layanan berbasis pengalaman
- Menjaga konsistensi antar tim
- Peran SOP dan sikap pribadi
Latihan: evaluasi standar layanan
Sesi 7: Menciptakan WOW Experience
- Konsep service beyond expectation
- Sentuhan kecil berdampak besar
- Inisiatif personal dalam layanan
Latihan: ide WOW experience peserta
Sesi 8: Action Plan Service Excellence & CX
- Evaluasi gaya layanan individu
- Penyusunan CX action plan
- Komitmen layanan berkelanjutan
Latihan: presentasi rencana aksi pribadi

Rekomendasi Arsaya Training
Service excellence tanpa pengalaman emosional hanya akan menjadi rutinitas. Sebaliknya, customer experience tanpa standar layanan akan menjadi tidak konsisten. Ketika keduanya disatukan, perusahaan menciptakan layanan yang unggul sekaligus bermakna.
Melalui Pelatihan Pelayanan Prima dan Pengalaman Pelanggan, organisasi membangun tim layanan yang bukan hanya cekatan, tetapi juga peduli, empatik, dan berorientasi pada pelanggan.
Mengapa sebaiknya anda mengambil Keputusan untuk menghubungi Arsaya Training saat ini?
- Karena saat ini adalah saat untuk bertransformasi dari sekadar melayani menjadi menciptakan pengalaman.
- Karena saat ini adalah saat yang tepat untuk membangun loyalitas pelanggan melalui Pelatihan Pelayanan Prima dan Pengalaman Pelanggan.
- Saat ini adalah Solusi terbaik untuk menghubungi Arsaya Training untuk menyelenggarakan training ini di organisasi Anda.
Sumber Referensi
- Harvard Business Review – The Truth About Customer Experience
- PwC – Global Customer Experience Survey 2023
- Bain & Company – Customer Loyalty and Experience
- Kotler, P. – Marketing 5.0
- Forrester – Customer Experience Index
